Minggu, 05 April 2009

Sila pertama

Pada pembahasan tentang apa yang akan menjadi dasar tentang Negara yang akan menjadi dasar falsafah dari Negara yang akan kita proklamasikan kelak yaitu Negara Indonesia yang mana pembahasan tentang sila pertama yaitu ketuhanan yang maha esa sangat lah fundamental karena menjadikan tuhan sebagai satu-satunya yang berkuasa yang berhak untuk disembah sehingga ber berimplikasi dengan menjadikan seluruh rakyat Indonesia sebagai rakyat yang berketuhanan dan yakin bahwa tuhan adalah satu-satunya yang maha menguasai atas segala apa yang ada.

Pada pembahasan pada sila pertama tersebut hampir tidak tidak ada perdebatan sama sekali karena para tokoh Negara (fonding father) sepakat dengan ide ketuhanan tersebut yang intinya membuat rakyat Indonesia sebagai rakyat yang bertuhan dan menjalankan tuntunan agama sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Oleh karena kita sebagai rakyat Indonesia sebagai rakyat yang yakin akan kemaha kuasaan tuhan maka dengan konsekwensi bahwa setiap masalah harus dimusyawarahkan dengan mengedepankan akan nilai-nilai ketuhanan yaitu diantara salah satunya adalah menghormati hak-hak orang lain yang bersifat fundamental dengan artian adalah hak asasi yang diberikan oleh sang pencipta kepada manusia tidak boleh dicabut hak tersebut oleh orang lain. Ataukah setiap peraturan yang di keluarkan oleh penguasa tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan dan apabila ada peraturan yang bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan maka konsekwensinya harus dicabut dan tidak boleh dijadikan suatu peraturan.

Karena hal tersebut bertentangan dengan nilai dasar dari falsafah Negara kita yaitu menjadikan tuhan sebagai satu-satunya yang berdaulat. Di harapkan dengan sila ini menjadikan pergaulan masyarakat kita dengan mengedepankan nilai-nilai moral sebagai bukti bahwa kita manusia Indonesia adalah manusia yang bermoral.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar